Editor’s Note – 2014: Perbanyak jalan-jalan di negeri sendiri

Editor’s Note – 2014: Perbanyak jalan-jalan di negeri sendiri


Alasan yang dikenal sebagai penghambat jalan-jalan ke pelosok Indonesia adalah ongkos traveling yang tidak murah dan perjalanan yang cukup lama.

Penyebabnya antara lain adalah sedikitnya rute perjalanan dan pilihan transportasi. Contoh waktu saya pergi ke Ambon 2 tahun yang lalu, sangat sedikit maskapai penerbangan yang menawarkan rute Jakarta-Ambon dan pilihan jam terbangnyapun hanya satu. Plus, tarif pesawatpun terbilang cukup mahal, pulang pergi di atas 2 juta rupiah. Tidak heran banyak orang akan memilih terbang ke Singapura saja.

NAH kalau saja lebih banyak pengunjung tempat-tempat domestik, pasti rute perjalanan dan pilihan transportasi akan lebih banyak dan hargapun lebih kompetitif.

Ada cerita lain waktu saya ke Gili Trawangan. Saat snorkeling, ada beberapa daerah yang saya lihat coralnya sudah mati. Saat saya tanyakan kepada crew snorkeling, “kok coralnya banyak yang mati, mas?”. Lalu dijawab “kita kan dulu nggak mikir Gili bakalan kaya begini mbak, jadi banyak bule-bule yang kesini. Jadi dulu itu banyak bom-bom untuk nangkap ikan”. ADUHHHHH, sedih banget dengernya. -_-

Bukan artinya tidak boleh ataupun tidak baik ke luar negeri (that’s an extremist way of thinking) tapi coba jadikan kota-kota di negeri sendiri sebagai pilihan kuat untuk tempat jalan-jalan. BANYAK sekali lho tempat-tempat cantik bertebaran di negeri ini.

Jika ada pikiran takut nantinya tempat-tempat cantik itu rusak dengan banyaknya wisatawan domestik, ini sepertinya pikiran yang sempit dan harus jauh-jauh disingkirkan. Justru yang harus dicapai adalah bagaimana tempat-tempat ini bisa ramai tapi tetap bisa terawat! Banyaknya pengunjung domestik sangat baik untuk perkembangan ekonomi daerah lho.

Mudah-mudahan suatu saat tiket pesawat Jakarta – Sorong (untuk ke Raja Ampat) bisa jadi jauh lebih murah ya :)

+ There are no comments

Add yours