Body Rafting di Green Canyon

Body Rafting di Green Canyon


Green Canyon ini oleh penduduk setempat disebut Cukang Taneuh yang artinya jembatan tanah terletak di kabupaten Pangandaran, Ciamis. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh wisatawan asal Perancis yang terpukau dengan keindahan alam berupa aliran sungai Cijulang yang berwarna hijau dikelilingi tebing-tebing curam yang asri dengan pepohonan. Warna hijau air sungai ini sendiri berasal dari plankton atau organism renik sejenis alga yang hidup di aliran sungai Cijulang ini.

Dari Jakarta, Kabupaten Pangandaran terletak sejauh 355 km yang dapat ditempuh selama 7-8 jam perjalanan dengan transportasi darat, tergantung situasi dan kondiri kendaraan maupun lalu lintas. Dengan transportasi umum kita bisa menggunakan bus antar kota tujuan pangandaran (PO Budiman) dari terminal Kampung Rambutan. Harga untuk tiketnya sendiri berkisar antara 55 ribu sampai 80 ribuan rupiah.

Ada 2 cara menuju ke Green Canyon ini. Yang pertama dari Dermaga Cisereuh (pintu utama), kita bisa rame-rame menggunakan perahu sewaan yang banyak terdapat disana (ada loket penjualan tiket perahu). Dari dermaga kita akan menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 3 km selama setengah jam menuju ke Green Canyon. Cara kedua, menuju ke hulu sungai Cijulang dan melakukan body rafting menuju Green Canyon. Buat yang menyukai tantangan, cara kedua ini wajib dicoba. Menarik bukan? Let’s go…

Untuk melakukan body rafting ini, setidaknya satu kelompok terdiri atas 5-10 orang. Setelah mendaftar di penyedia jasa body rafting yang banyak berdiri di pinggir lahan parkir mobil, kita diharuskan memakai perlengkapan seperti pelampung, helm, sepatu khusus, dan deker. Setelah selesai semua, kita akan diantar dengan menggunakan mobil pick up ke hulu sungai Cijulang selama kurang lebih 15 menit melewati jalan yang cukup terjal.

rafting

Setelah turun dari mobil pickup, kita akan diajak treking ringan melintasi perkebunan dan menuruni lembah untuk sampai ke hulu sungai Cijulang. Tepat dimana kita akan memulai body rafting ini terdapat sebuah gua dengan mulut gua yang besar, namanya gua kelelawar. Disebut demikian karena dihuni banyak kelelawar, hal ini tidak perlu diragukan lagi karena dari mulut gua sudah tercium bau khas yang menyengat yang berasal dari kotoran kelelawar.

Setelah semua siap, berdoa bersama dan byurrr…. Ada dua pemandu yang akan memandu dan menemani kita selama body rafting ini. Buat yang khawatir ga bisa foto-foto, tenang, kita bisa menitipkannya ke pemandu kita yang siap dengan dry bag nya, nah nanti di spot tertentu yang diinginkan, pemandu bisa membantu untuk memfoto. Pemandu ini juga akan membantu kita untuk melewati arus yang sempit dan curam.

Saat itu aliran dihulu sungai Cijulang cenderung tenang berwarna hijau terang sehingga kami pun tidak bisa bergerak cepat klo tidak berenang. Pemandu pun meminta kami untuk ambil posisi saling berderet ke belakang seperti kereta dan pemandu berada di depan menarik kami agar kami bisa meluncur dengan cepat. Seru sekali, rasanya seperti kembali ke jaman anak-anak.

Rafting

Pemandangan sepanjang aliran sungai sungguh menakjubkan. Dikelilingi tebing-tebing sungai yang menjulang dihiasi dengan pepohonan hijau dan tetesan air dari atas serta batu-batu karang di kanan kiri sungai maupun di dalam sungai yang menonjol. Di saat musim kemarau, warna air sungai Cijulang ini hijau turquoise cerah sehingga batu-batu karang di bawah aliran sungai bisa kelihatan dan menonjol karena debit alir yang berkurang. Karena itu harus hati-hati juga dengan batu-batu karang dibawah aliran sungai, takut nyangkut atau anggota badan kita bisa terbentur atau tergores batu karang tersebut.
Arus mulai deras, akhirnya memaksa kita untuk berenang sendiri-sendiri. Seringkali kita pun harus dibantu oleh pemandu untuk melewati arus deras akibat aliran menyempit diapit dua batu karang. Dalam posisi seperti mau meluncur dengan kaki didepan, pemandu lalu mendorong kita agar kita dapat meluncur mengikuti arus tersebut. Wussssss….seruuu. Yang tak kalah serunya tak jarang pula kita harus melewati bebatuan yang besar dan tinggi lalu kita diharuskan melompat ke sungai…byurrrrrr…..

rafting

Selama hampir 4 jam menyusuri sungai Cijulang, menikmati pemandangan sepanjang sungai yang indah, akhirnya kita akan sampai di Green Canyon. Sampai disana kita bakal berbaur dengan para pengunjung yang lain. Para pengunjung ini kebanyakan datang dari dermaga Cisereuh.
Di Green Canyon ini terdapat sebuah batu besar yang menempel pada dinding gua setinggi sekitar 8 meter yang berbentuk seperti payung, karenanya dinamakan batu payung. Tantangan adrenalin selanjutnya, (buat yang bernyali) terjun dari atas batu payung tersebut ke dalam sungai. Dahsyatt!!
Kita juga bisa melihat-lihat pemandangan di kawasan Green Canyon ini, juga berfoto ria bersama teman-teman. Sayang sekali bila dilewatkan untuk mendokumentasikan salah satu lukisan alam terindah yang ada di Jawa Barat ini. Apalagi buat penggemar fotografer, waktu tak akan terasa untuk mengabadikannya.
rafting
Untuk kembali ke daratan, kita dapat naik kapal kembali menuju ke Dermaga Cisereuh. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi asrinya pepohonan di kanan kiri sungai. Melihat lalu lalang perahu yang lewat dan terkadang saling sapa dengan penumpang perahu lain yang berlawanan arah pun menjadi aktivitas menyenangkan.

rafting

Waktu sehari untuk menjelajahi alam di Kabupaten Pangandaran ini terasa kurang sekali. Apalagi masih banyak objek yang menarik disekitarnya yang bisa dijangkau. Untuk itu sebaiknya alokasikan waktu 2 sampai 3 hari untuk mengeksplor kawasan ini. Ditunjang banyaknya penginapan murah dengan harga terjangkau dan bersih, semakin membuat betah disini.

Ini dia beberapa objek wisata yang juga sayang untuk dilewatkan selama berada di Pangandaran. Pantai batu karas, pantai terkenal buat mereka yang ingin belajar surfing disini, tapi tidak dipungkiri yang jago surfing juga main disini. Selain itu kita juga bisa melihat matahari terbenam. Pantai batu hiu, terdapat batu karang berwarna hitam berbentuk menyerupai ikan hiu yang berada menjauh dari pantai, karena itulah dinamakan pantai batu hiu.

Objek lainnya adalah Citumang, disini kita bisa eksplore gua yang dialiri air berwarna hijau dan harus berenang menuju ke bagian dalamnya yang gelap. Di tempat yang sama kita bisa melakukan body rafting, namun sungai Citumang ini karakternya lebih landai dan tenang arus sungainya dengan warna air turquoise. Kemudian ada Cagar Alam Pananjung yang lokasinya dekat dengan kota pangandaran, dapat ditempuh dengan jalan kaki. Di cagar alam ini banyak sekali tempat dan potensi yang bisa lihat seperti gua-gua peninggalan Jepang, pantai pasir putih, batu-batupeninggalan jaman prasejarah, hutan alam, binatang-binantang yang dilindungi dan lain-lain. Menyenangkan bukan? Yuk jelajahi negeri kita ini.

rafting

Info :

  1. Paket body rafting di Green Canyon per orang sekitar 200 ribu, sudah termasuk pelampung, helm, deker, sepatu khusus, air mineral, snack, transportasi antar jemput (di antar dengan mobil pick up dan di jemput dengan kapal).

  2. Saat melakukan body rafting lebih baik memakai pakaian yang nyaman dipakai untuk berenang.

  3. Kuliner. Ada banyak tempat makan (resto) seafood yang bertebaran disepanjang pantai Pangandaran, tinggal dipilih saja tempatnya. Kelapa hijau, jagung bakar dan bila beruntung ada juga yang menjual durian (yang terakhir disebut musiman kali ya).

  4. Transportasi di Pangandaran untuk menuju ke objek wisata lainnya, dianjurkan untuk menyewa mobil/motor, karena lokasinya cukup berjauhan.

AriefArief ‘aip’Novianto |  @aarievoarievo.tumblr.com

Working in government but still have passion to work as entrepreneur. I love mother nature, I love running, I love book, I love seeing people’s activities on the street and I love traveling a lot becos I can find another life in it. Traveling just like you never travel before.

1 comment

Add yours

+ Leave a Comment