Karimun Jawa, Petualangan yang Takkan Terlupakan

Karimun Jawa, Petualangan yang Takkan Terlupakan


Beberapa bulan lalu, saat pekerjaan di kantor lagi numpuk dengan segala urusan persiapan Konser Tahunan, tiba-tiba dua orang rekan kantor nyeletuk ngajak pergi liburan ke Karimun Jawa. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung mengiyakan ajakan mereka. Sayangnya, saat meminta izin pada orang tua saya, restu pun tak kunjung di dapat. Dengan riwayat penyakit ashma akut, kekhawatiran orang tua saya pun seringkali terkesan berlebihan, sehingga membentuk saya jadi pribadi yang ‘manja’ dengan segala fasilitas yang disediakan di rumah.

Restu yang tak kunjung datang dari kedua orang tua pun tidak menyulutkan semangat saya untuk menjelajahi pulau Karimun Jawa. Hari Senin, 28 April 2014 saya dan 4 orang teman kantor berangkat berpetualang, dengan memulai perjalanan naik kereta api dari Jakarta menuju Semarang. *agak deg-degan juga sih pergi tanpa restu orang tua* :D Kami berangkat dengan kereta api Argo Bromo Anggrek Malam dari Stasiun Gambir jam 21.30 WIB dan tiba di Stasiun Semarang Tawang hari Selasa, 29 April 2014 jam 03.15 WIB. Kenapa kami memilih untuk naik kereta api bukannya pesawat yang lebih bisa menyingkat waktu? Karena selain ingin menekan budget, beberapa dari kami belum pernah naik kereta api keluar kota (kasian yaahh.. hahahaha..) sehingga lebih berasa petualangannya ketika dimulai dengan naik kereta api, dan beberapa dari kami lainnya merasa dengan naik kereta api kami punya waktu tidur lebih lama untuk me-recharge energi berpetualang setelah seharian kerja di kantor. Oh iya, sekedar info, harga tiket kereta api PP kami Rp 500 ribu.

Sesampainya di Semarang, kami naik taksi menuju rumah Eyang Putri salah satu dari kami di daerah Tampomas, untuk istirahat sebentar dan sarapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Karimun. Oh iya, sekedar saran dari salah satu teman saya yang orang Semarang, kalau turun kereta di Stasiun Semarang Tawang dan mau naik taksi, lebih baik ambil taksinya yang di luar stasiun, karena pilihan taksi lebih banyak dan ga capek ngeladenin kerubutan tukang taksi yang rebutan cari penumpang. Sekitar pukul 06.00 WIB kami berlima plus 2 teman lagi dari Semarang berangkat dari rumah Eyang Putri ke Terminal Terboyo untuk mencari bus yang akan mengantarkan kami ke Pelabuhan R.A. Kartini, Jepara. Tapi, jangan sediiihh.. Jangan berpikir kalau bus yang kami tumpangi menuju Jepara adalah bus-bus pariwisata pada umumnya. Kami naik bus sejenis kopaja atau metromini laah kalau di Jakarta. Bus tanpa AC antar kota, yang biasa dipakai untuk ‘ngangkot’ penduduk Semarang-Jepara (ada yang berangkat sekolah/kantor, jualan, dll.) dengan kapasitas tempat duduk 25 seats (yang kursinya juga udah ga ada busanya lagi), dengan tarif Rp 13 ribu per orang. Kebayang doong, kami dengan segala gembolan tas di badan, naik bus sejenis kopaja gitu, panas-panasan, desak-desakan, bau keringat, bau asap rokok serta bau-bau yang lain. Ini baru yang disebut petualangan! *buat saya yang anak ‘manja’ sih* hahaha :D Sekedar saran, buat yang punya penyakit ashma seperti saya ini, lebih baik bawa masker deh kalau mau menempuh perjalanan kayak gini. Perjalanan dari Terminal Terboyo sampai ke Pelabuhan R.A. Kartini, Jepara memakan waktu sekitar 3,5 jam. Sebenarnya sih waktu tempuh semula hanya sekitar 2 jam aja, tapi karena ada jalan yang rusak di daerah Welahan membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.

Bus yang kami tumpangi menurunkan kami di ujung jalan besar menuju Pelabuhan R.A. Kartini. Dari ujung jalan besar itu menuju ke Pelabuhan, kami harus naik becak lagi dengan tarif Rp 15 ribu per becak. Dan akhirnya, deg-degan pun semakin terasa, karena Karimun sudah semakin dekat! :D

Energi yang udah mulai menipis akibat perjalanan dengan bus antar kota tadi, terbayarkan dengan kapal yang mengangkut kami menuju Karimun. Kami berangkat dari Pelabuhan R.A. Kartini dengan Kapal Motor Cepat Express jam 11.00 WIB menuju ke Dermaga Besar Karimun Jawa dengan tarif Rp 110 ribu per orang. Sebenarnya sih, biaya kapal kami udah termasuk dalam biaya tour kami selama di Karimun. Totally, harga tour kami di Karimun Rp 750 ribu per orang untuk paket 3 hari 2 malam. Oh iya, balik ke KMC Express, kapalnya sangat nyaman dengan AC yang dingin dan suguhan film Bourne Legacy sepanjang perjalanan. Jadwal kapal menuju dan dari Karimun berbeda-beda setiap harinya. Jadwal ini bisa di cari di mbah google sih sebenernya.

gapura karimun

Voila! Dalam waktu 1 jam 45 menit saja, kami tiba di Karimun Jawa. Mulai dari turun kapal di dermaga mata saya udah berbinar-binar lantaran langsung disambut dengan pemandangan air laut yang bening lengkap dengan jajaran karang-karang yang luar biasa indah plus ikan-ikan lucu di bawah laut. Hembusan angin laut pun menambah suasana ga sabar pengen langsung nyemplung ke laut. *Huaaahhh.. Menyenangkaaann..* :D

Dari dermaga besar kami langsung dijemput oleh mobil tour yang langsung mengantarkan kami ke homestay. Beruntungnya kami, lokasi homestay kami sangat strategis a.k.a dekat kemana-mana. Maksudnya dekat ke dermaga kecil (tempat kapal-kapal nelayan dan kapal-kapal yang akan mengantarkan kita ke pulau-pulau lain di Karimun bersandar) dan dekat pula ke alun-alun. Homestay kami terdiri dari 4 kamar tidur (dengan 2 kamar tidur yang mempunyai kamar mandi di dalam), 2 kamar mandi luar, 1 ruang makan, 1 ruang santai dan berkumpul. Kami sendiri sih lebih senang berkumpul di teras homestay untuk mengobrol dan bersantai daripada di dalam homestay. Begitu sampai di homestay, makan siang untuk kami sudah siap disantap. Setelah berganti pakaian dan menyantap makan siang di homestay, kami pun langsung memulai petualangan hari pertama di Karimun Jawa. *woohoooo* :p

image15 image08image18

Petualangan hari pertama kami di mulai dari sisi sebelah barat Karimun Jawa. Pulau pertama yang kami singgahi adalah Pulau Menjangan Kecil. Perjalanan dari dermaga kecil ke Pulau Menjangan Kecil ditempuh dengan kapal kecil antar pulau dalam waktu sekitar 20-30 menit. Kegiatan yang kami lakukan, tentu saja tak lain tak bukan adalah snorkeling. Segala macam terumbu karang dan ikan-ikan warna-warni membuat kami sangat menikmati suasana laut siang itu. Panas terik matahari sudah tidak terasa lagi ketika kami masuk ke dalam air. Arus bawah laut siang itu pun sungguh bersahabat.

underwater

Setelah puas main air dan foto-foto bawah laut, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Ujung Gelam. Perjalanan dari Pulau Menjangan Kecil ke Pantai Ujung Gelam ditempuh pula dengan boat dalam waktu sekitar 15-20 menit. Konon katanya, Pantai Ujung Gelam merupakan ujung dari Karimun Jawa, makanya disebut dengan Ujung Gelam. Dan Pantai Ujung Gelam ini merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat sunset. Kegiatan disana lebih banyak pada bermain pasir dan foto-foto. Pasir di Ujung Gelam masih putih dan bersih. Terlihat pemandangan beberapa turis asing yang sedang berjemur di pantai. Hihihihiii :D Tak terasa, hari pun semakin sore. Setelah puas bermain pasir dan berfoto-foto di Ujung Gelam, kami pun kembali ke dermaga kecil untuk mengejar sunset. Beruntungnya kami, pemandangan sunset di dermaga kecil pun sungguh amat luar biasa indah.

sunset1 sunrise

Kami pun kembali ke homestay pas terdengar adzan Maghrib. Tepat pukul 18.00 WIB, listrik di Karimun Jawa kembali aktif. Sehingga lampu-lampu mulai menyala, dan beberapa dari kami yang ‘fakir charger-an’ untuk gadget-nya masing-masing, langsung bisa menggunakan listrik sepuasnya. :D Oh iya, listrik di Karimun Jawa memang hanya aktif dari pukul 18.00 hingga pukul 06.00 WIB. Jadi, untuk yang butuh nge-charge segala macam gadget, dimaksimalkan lah penggunaan listriknya di jam-jam tersebut. Malam pertama kami di Karimun Jawa dihabiskan dengan berjalan-jalan sambil mencari makan malam, serta mengobrol dan bersantai. Warung makan di Karimun Jawa sekarang sudah semakin banyak. Katanya sih, beberapa tahun yang lalu hanya ada satu warung makan di Karimun Jawa. Tapi sekarang tempat itu justru udah semakin terpencil dan jarang dikunjungi. Kami pun memilih makan nasi goreng dengan harga Rp 10 ribu per porsi. Porsi satu piringnya cukup lumayan kok. Rasanya juga boleh lah (curiga karena emang lapar juga sih. Hehehe..). Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain di Karimun hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan naik sepeda/sepeda motor. Wong kemana-mana dekat kok. Kalau mau naik sepeda/sepeda motor, silahkan sewa di beberapa tempat yang memang menyewakan sepeda/sepeda motor.

Hari kedua saya di Karimun Jawa, dimulai dari pukul 04.30 WIB. Setelah sholat subuh, saya dan satu orang teman perempuan, memilih untuk berjalan-jalan pagi di sekitar homestay sambil mencari sunrise. Tadinya sih mau ngajak teman-teman yang lain, tapi berhubung para lelaki itu masih pada tidur di kamarnya masing-masing, jadilah kami 2 orang wanita tangguh (yang ga dihitung sebagai perempuan oleh teman-teman yang lain) ini jalan-jalan pagi berduaan. Kami pergi ke dermaga kecil menikmati angin laut di pagi hari. Katanya sih, angin laut pagi hari bagus untuk orang dengan penyakit ashma seperti saya ini. Pemandangan pagi hari di dermaga kecil sungguh menyenangkan. Air laut yang tenang, suara ombak dan pemandangan langit yang luar biasa saat matahari mulai muncul.

Sekitar pukul 06.00 WIB kami berdua pun kembali ke homestay. Akhirnya, para lelaki sudah mulai pada bangun. Sekitar pukul 06.30 WIB, 2 orang wanita tangguh ini dan 2 orang teman lainnya, memutuskan untuk pergi ke pasar. Agak aneh sih kedengerannya. Liburan kok main ke pasar? Tapi percaya deh, hal ini menyenangkan kok. Kita pergi ke pasar untuk beli cemilan pagi hari (gorengan tempe, tahu, bubur sumsum dan lain-lain), beli cumi-cumi (untuk barbeque-an) dan bersosialisasi dengan warga disana. Background saya di bidang psikologi seringkali membuat saya merasa senang ketika sedang mengamati kondisi/suasana tertentu di satu lingkungan. :D Oh iya, buat yang mau beli oleh-oleh makanan khas Karimun, seperti krupuk kerapu, cumi asin kering, dan lain-lain, bisa di beli di Pasar Karimun Jawa ini.

Sekitar pukul 07.15 WIB, kami berempat pun kembali ke homestay untuk sarapan dengan teman-teman yang lain. Setelah selesai sarapan kami langsung bersiap untuk menjelajahi Karimun Jawa di hari kedua. Kali ini petualangan kami adalah menyusuri sisi sebelah timur dari Karimun Jawa. Tepat pukul 08.00 WIB, kapal kecil antar pulau mengantarkan kami ke Pulau Tengah dari dermaga kecil. Kali ini perjalanan dari dermaga kecil ke Pulau Tengah memakan waktu yang lebih lama, sekitar 45-60 menit. Sesampainya di Pulau Tengah, hal yang langsung dilakukan tentunya lagi-lagi snorkeling. Kali ini arus bawah laut cukup deras, sehingga akan lebih baik jika menggunakan fin saat sedang snorkeling. Sekitar pukul 11.00 WIB, kami pun menepi ke pantai Pulau Tengah dan bersiap-siap untuk bakar ikan dan cumi sebagai menu makan siang kami. Menyantap ikan dan cumi bakar sebagai menu makan siang kami, di tepi pantai, dan ditambah dengan es kelapa muda, sungguh benar-benar yang dinamakan dengan liburan! Hahahaha.. :D

pulau tengah pulau tengah

Setelah dari Pulau Tengah, perjalanan kami dilanjutkan menuju Pulau Kecil yang tak jauh letaknya dari Pulau Tengah. Lagi-lagi yang kami lakukan adalah nyemplung ke laut, main-main dengan terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Dari Pulau Kecil perjalanan kami dilanjutkan menuju ke Pulau Gosong, yang ditempuh dalam waktu sekitar 20-30 menit. Pulau Gosong merupakan dataran berpasir di tengah laut, yang hanya bisa disinggahi saat air laut sedang surut. Saat kami tiba di Pulau Gosong, air laut sudah mulai pasang. Sehingga saat kami turun di Pulau Gosong, air laut berada di ketinggian sebatas pinggang saya (tinggi saya ga sampai 160 cm kok). Disana selain main air laut (lagi), kami menghabiskan waktu dengan berfoto-foto.

Oh iya, ketika sedang bermain di pasir, hati-hati dengan stonefish yang seringkali berada di sekitar karang-karang mati. Ikan ini beracun, dan bentuknya menyerupai batu karang mati, sehingga seringkali kita kurang memperhatikan keberadaan mereka. Petualangan pulau-pulau kami hari ini diakhiri dengan menuju ke tempat penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, tak jauh dari dermaga kecil. Di tempat ini kita bisa masuk ke dalam kolam hiu dan berfoto bersama hiu beserta hewan-hewan lainnya seperti penyu, bintang laut, dan lain-lain. Jangan ngeri dulu, hiu-hiu yang mau diajak foto masih kecil-kecil kok. Walaupun mereka masih kecil-kecil, kalau mau foto bareng mereka usahakan jangan sampai ada luka terbuka dan bau amis (seperti habis memegang ikan) di badan kita. Hal ini dapat memicu hiu untuk ‘terpancing’ menjadi ganas kembali. Oh iya, untuk yang suka makan uni (telur bulu babi), di tempat ini banyak terdapat bulu babi. Kalau anda suka, silahkan pinjam jaring dan selamat menangkap sendiri yah. Hehehehe.. Dan di tempat ini juga terdapat banyak Nemo sang clownfish! Bisa lihat mereka secara langsung, bahagia banget saya rasanya.. *norak!* :p

penangkaran hiu hiu

Malam terakhir kami di Karimun Jawa, ditutup dengan berjalan-jalan di sekitar alun-alun dan minum es kelapa bakar. Sekembalinya kami ke homestay, kami sempat barbeque-an, mengobrol sebentar dan akhirnya masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.

Hari ketiga alias hari terakhir kami di Karimun Jawa, dimulai lagi dari pukul 04.30 WIB. Kami bertujuh bertekad untuk mengejar sunrise dari atas Nirwana Resort. Nirwana Resort merupakan resort private yang punya view terbaik untuk melihat sunrise. Akan tetapi, keberuntungan belum berpihak pada kami untuk melihat sunrise di Karimun Jawa. Setelah menempuh perjalanan menanjak bukit di tengah kegelapan pagi hari selama kurang lebih 30 menit, ternyata Nirwana Resort sedang disewa banyak tamu, sehingga kami tidak dapat masuk ke dalam. Hiks.. :( Mungkin ini artinya lain kali kami harus datang lagi ke Karimun dan menyewa Nirwana Resort biar bisa lihat sunrise di Karimun Jawa. Hahahaha..

Pukul 08.20 WIB, KMP (Feri) Siginjai sudah membawa kami kembali menuju Pelabuhan R.A Kartini, Jepara dari dermaga besar Karimun Jawa. Dengan kapal feri yang baru ini, perjalanan dari dermaga Karimun Jawa menuju Pelabuhan R.A. Kartini dapat ditempuh lebih singkat, hanya dalam waktu kurang lebih 4 jam saja, jika dibandingkan dengan kapal feri Muria yang sebelumnya beroperasi, dapat ditempuh dalam waktu 6-7 jam. Untuk saya yang punya pengalaman mabok laut waktu dulu menempuh perjalanan dari Pelabuhan Merak-Pelabuan Bakaheuni, saya udah siap sedia obat-obatan anti mabok. Tapi, Alhamdulillah, saya sehat wal’afiat dalam menempuh perjalanan laut ini. Satu lagi ‘challenge’ dari diri saya sendiri yang dapat saya taklukan dalam petualangan kali ini :)

Sesampainya di Pelabuhan R.A. Kartini, Jepara, kami pun disambut oleh hujan deras. Alhamdulillah, ini yang namanya rejeki anak sholehah mungkin. Selama di Karimun Jawa cuaca panas terik & baik-baik aja. Tapi baru dikasih hujan pas kami sudah kembali dari Karimun Jawa. Perjalanan kami pun dilanjutkan dengan naik travel menuju Semarang dengan tarif Rp 50 ribu per orang. Sambil menunggu kereta api kami yang akan berangkat pukul 23.58 WIB, kami pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke Lawang Sewu di Semarang.

lawang sewu

Lawang Sewu

Tadinya kami juga mau mampir ke beberapa tempat wisata lain di Semarang seperti Klenteng Sam Poo Kong dan Gereja Blenduk di sekitar kota tua Semarang. Tapi, lagi-lagi cuaca kurang bersahabat dengan kami malam itu. Hujan deras mengguyur kota Semarang pada malam kami menjelang pulang kembali ke Jakarta. Sehingga kami hanya sempat mampir ke toko oleh-oleh untuk membeli Bandeng Presto dan makan es krim di restoran authentic nan vintage bernama “Oen”. Akhirnya, suara alunan musik instrumental lagu Keroncong Empat Penari di Stasiun Semarang Tawang mengantarkan kami untuk naik kereta menuju Jakarta, dan kembali menghadapi realita dengan kesibukan masing-masing. So long Karimun Jawa, so long Semarang! Until we meet again! :)

riri Parameshwari Cakrawijaya
@parameshwarii

Mahasiswi Magister Profesi Psikologi yang sehari-hari bekerja sebagai guru piano di sebuah institusi musik di Jakarta. Penderita ashma akut yang membentuk dirinya menjadi anak yang terlalu di ‘protect’ oleh kedua orang tuanya. Tetapi senang ‘memberontak’ dan menantang dirinya sendiri untuk mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya :p

2 Comments

Add yours
  1. 1
    bolang

    Sy mau liburan ke karimun jawa juga. Boleh minta nama perusahaan tour yang digunakan? Atau mungkin rekomendasi perusahaan lain. Share lewat email juga boleh. Terima kasih :)

+ Leave a Comment