#AyoKeMuseum : Ullèn Sentalu, Rumah Mistis Keraton Jogja & Solo

#AyoKeMuseum : Ullèn Sentalu, Rumah Mistis Keraton Jogja & Solo


Ullèn Sentalu, sudah lama saya mendengar orang-orang memberikan rekomendasi untuk mengunjungi museum ini. Ada yang berkata museumnya sangat bagus, ada yang bilang unsur mistisnya sangat tinggi, dan ada yang bilang tataan exhibitionnya sangat menarik.

Sudah sering sekali saya ke Jogja karena bapak saya asli Jogja, tapi baru kali ini akhirnya saya berkunjung ke Ullèn SentaluSaya merasa sangat tidak familiar dengan nama museum ini. Setelah saya cari-cari ternyata Ullèn Sentalu adalah singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”.

Keren ya arti namanya? Ternyata memang namanya berhubungan dengan misi dari Museum ini, yaitu untuk mewariskan pengetahuan tentang adat dan budaya Jawa yang dibentuk hampir 2000 tahun. Museum ini menceritakan tentang Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Pertama masuk, memang tempat ini memiliki kesan mistis yang amat dahsyat menurut saya (mungkin saya terlalu sensitif). Tapi nggak ngerasa serem sih. Yang saya sangat sukai dari Ullèn Sentalu adalah display museumnya yang sangat apik, informatif dan benar-benar terasa sejarahnya. Menurut saya, Ullèn Sentalu adalah salah satu museum yang paling terurus secara profesional yang pernah saya kunjungi.

Beberapa masterpiece di tempat ini jadi highlight kunjungan saya kesana:

1. Ruang Putri Dambaan / Kamar Gusti Nurul – kamar ini didedikasikan untuk Gusti Nural, ia adalah cucu dari Hamengkubuwono VII, anak dari GKR Timur Mursudariyah. Tour guidenya mengatakan ia adalah perempuan dari Keraton Jogja yang dianggap paling cantik. Nah, yang paling saya suka dari ceritanya adalah keteguhan dia dalam memegang prinsip tentang perkawinan dan rumah tangga (maaf, ga mau spoiler). Menurut saya, perempuan seperti ini lah yang benar-benar mencerminkan ‘girl power’.

2. Ruang Tineke - kamar ini memperlihatkan surat-surat dan syair-syair yang dituliskan kerabat dan teman-teman Tineke, putri dari Sunan PB XI. Beberapa surat ditulis dalam bahasa Belanda. Karena saya sangat suka cara menulis jaman dulu, menurut saya ruangan ini adalah salah satu ruangan yang paling mengangumkan untuk saya.

Buat yang suka batik, ada beberapa ruang yang didedikasikan untuk display batik dari Solo dan Jogja. Karena ini belum menjadi interest saya, maka saya belum berani untuk mendiskusikan. Takut salah :D

Oh ya, ga semua tempat disana bisa difoto, cuman ada 2 spot yang boleh buat foto-fotoIMG-20150220-WA0015 IMG-20150220-WA0021

Tiket untuk Wisatawan Nusantara harganya Rp. 30,000

Cara kesana

+ There are no comments

Add yours